Posts

23.04.2018

23.04.2018 “Selamat Hari Buku Sedunia” Selalu ada cerita yang berbeda di setiap tanggal 23. Terhitung  kali keempat ditahun ini aku lewati angka 23 setiap bulannya. 23 di dua bulan pertama dilewati dengan hari istimewa dua kerabat dekat, 23 dibulan lalu, dilewati dengan kisah kelabu, dan 23 bulan ini satu bingkisan penyemangat datang dari salah satu kerabat. Terimakasih supportnya, detik itu aku belajar sesuatu hal yang baru, terkadang hanya pandangan kita saja yang tak pernah terbuka luas. Sehingga menghambat kita untuk sadar secara utuh, menghargai segala hal hingga ke hal yang paling kecil-apapun itu bentuknya. Terkadang kita terlalu dibutakan dengan angan-angan apa yang kita inginkan, kita terlalu ambisius dengan segala hal yang kita dambakan sampai kita sendiri lupa untuk menghargai apa yang ada didepan mata kita, bahkan hingga di level tertentu kita sampai tak melihat seakan terbutakan oleh keadaan selalu merasa sendiri, tak menghargai hal-hal kecil disekeliling kita. ...

Aku dan dunia-ku 10 tahun kemudian

Aku dan dunia-ku 10 tahun kemudian “Jangan biarkan mood kalian merusak performa kalian, mulai dari sekarang perbaiki proposalmu terlebih dahulu dengan Allah SWT, hingga kau dapat meraih cita-citamu” Friday.- 13.04.2018 Bulan April, musim semi tahun ini, merupakan bulan yang terlalu rame dan padat akan kegiatan. Pekan ini, kampus kami kedatangan tamu besar-rombongan diplomat yang menjadi representative Indonesia di negara-negara dimana mereka ditempatkan kelak. Aku bersyukur sangat bersyukur dapat berinteraksi langsung bersama beliau-beliau yang mempunyai pengalaman kerja langsung dengan impian ku- Kementrian Luar Negri. Para diplomat yang hadir kali ini bukan diplomat junior, rata-rata dari mereka telah bekerja selama 10 tahun di Kementrian Luar Negri, dan beberapa orang dari mereka sudah 2 kali di tempatkan di negara yang berbeda. Beragam dan bermacam negara telah mereka kunjungi, dari benua Australia, Asia, Eropa, hingga Afrika dan Amerika-semua terbagi rata. Setelah menga...

Always Changing

03.04.2018 12.04 a.m. "Kepergian tidak selalu berarti kesedihan berkepanjangan." Hai, kalian yang entah tengah berada dimana, apa kabar? Entah bagaimana caranya agar aku dapat terhubung dengan kalian lagi, entah tulisan ini akan tersampaikan apa tidak, akan terbaca atau tidak, yang aku tau hanya dengan ini aku dapat melewati gelombang interval dan longitudinal, menyampaikan pesan-pesan yang tak tersampaikan dan hanya dapat didengar lewat semesta luas. Dari mana harus ku mulai? mungkin dari yang di sana,- Hai, NAD! Apa kabarmu hari ini? Bagaimana kabar penghujung timur jawa timur? Pasti kau sibuk sekali ya disana, terlebih sekarang tengah memasuki masa ujian Akhir Semester. Tak terasa ya, waktu bergulir begitu cepatnya d an waktu kemudian melesat bagai anak panah, bahkan kini sudah memasuki masa akhir, sebentar lagi amanahnya selesai, lalu mau kemana selanjutnya? Masih sama dengan pilihan mu yang kemarin? Apa menemukan pilihan dan alternatif lain? Co...

7.424

7.424 Jakarta,  tulisan ini dituliskan ditengah kesibukan kota metropolitan dan ditengah kegiatan yang padat. Sabtu Kelabu,- 24.03.18 11.00 p.m Sebenarnya kisah kelabu ini dimulai di lembar ke-7.423, tepat diangka 23, angka yang seharusnya menjadi angka istimewa bagiku, menjadi angka yang benar-benar kelabu. Malam itu, detik itu, feeling ku tak pernah berbohong akan keadaan, terbiasa membaca keadaan membuat ku yakin seratus persen ada yang salah dengan kisah yang ini. Aku memang lembaran yang disembunyikan dan aku menyadarinya, sangat menyadarinya. Namun, kau tau malam itu kenyataan pahit membawa sejuta mendung dan langit kelabu kembali kepadaku, setelah aku sempat berfikir menemukan navigator yang tepat. Dari mana harus kumulai cerita ini? Entahlah, aku kacau-total hingga hari esoknya, bukannya aku tak dapat menangis detik itu juga, namun semua hal yang ada LURUH terbawa kesedihan yang membawa pergi semua rasa. Setelah semua ketidakpahaman ini berlangsung, entah apa...

Akhir Pekan di kota ditengah bukit Part 2

Terkadang hidup menggariskan misteri yang takkan pernah bisa aku pahami, seperti aku yang tak pernah berhenti, mencari celah menaklukan hati. Mereka bilang “cobalah kau sadari, misteri ini harusnya disudahi” aku mencoba sederhanakan ini, agar semua orang memahami. Sama seperti di film favoritmu, semua cara akan kucoba. Walau peran yang aku mainkan bukan pemeran utamanya. Karena mereka tak ikut merasakan indahnya jatuh hati padamu, sekali lagi aku kan menjelaskan BERHENTI BUKAN PILIHAN BAGIKU. Sama seperti di film favorit mu, semua cara akan kucoba. Walau peran yang aku mainkan bukan pemeran utamanya. ~Sheila on7: Film Favorit Ahad, 18 Maret 2018 (Maaf atas keterlambatan part II, dikarenakan badan yang kurang fit, imun tubuh yang lemah, serta kondisi yang tak memungkinkan untuk mengejar deadline publish, maka kisah ini saya lanjutkan hari ini) Sesuai dengan estimasi pertama, rapat hari ini akan diadakan tepat pada pukul 9.00 pagi di gedung FISIP UB lt.204, namun negeri in...

Letter from March

Letter from March 23 Maret 2018 11.45 a.m. Bulan ketiga ditahun 2018, dan ini ketiga kalinya aku dihadapkan dengan angka 23 di bulan yang berbeda. Entahlah, 23 dibulan kali ini cukup membuatku trauma dengan angka 23, bukan, bukan aku yang beranggapan angka 23 itu special dan berbeda, cuman dikarenakan angka 23 sama dengan angka kelahiran saya namun dibulan yang berbeda. Seakan diseret kembali ke keadaan 4 tahun yang lalu, dan sejarah hidup saya seakan kembali terulang, 4 tahun yang lalu kejadian ini pernah terjadi persis sama. Hanya saja kali ini posisinya berbeda, jika dulu egois masih menguasai diri ini, masa iya hari ini saya mengulang sejarah yang sama, terkalahkan dengan ego dan kehilangan keluarga lainnya? Perlu saya pertimbangkan matang-matang, hidup saya terbagi dalam lingkaran besar dan lingkaran inti, kehidupan pribadi ada didalam lingkaran inti, dan kehidupan sosial berada di lingkaran besar, sehingga untuk mewujudkan keteraturan diantara keduanya harus terjalin sinkr...

Akhir pekan di kota ditengah bukit Part 1

Terkadang hidup menggariskan misteri yang takkan pernah bisa aku pahami, seperti aku yang tak pernah berhenti, mencari celah menaklukan hati. Mereka bilang “cobalah kau sadari, misteri ini harusnya disudahi” aku mencoba sederhanakan ini, agar semua orang memahami. Sama seperti di film favoritmu, semua cara akan kucoba. Walau peran yang aku mainkan bukan pemeran utamanya. Karena mereka tak ikut merasakan indahnya jatuh hati padamu, sekali lagi aku kan menjelaskan BERHENTI BUKAN PILIHAN BAGIKU. Sama seperti di film favorit mu, semua cara akan kucoba. Walau peran yang aku mainkan bukan pemeran utamanya. ~Sheila on7: Film Favorit Sabtu, 17 Maret 2018 Sayup-sayup ku dengar salah satu lagu dalam list di mp-3 yang kukenakan, setelah memakainya dengan benar, lagu itu kian terdengar jelas. Siang itu perjalanan kami dimulai, memenuhi tugas melaksanakan rapat bulanan koordinasi wilayah VI dibawah nauangan FKMHII- Korwil VI. Rakorwil kali ini diadakan di sebuah Universitas yang cukup ...

7.416

Ayo kamu harus semangat! Cepat atau lambat aku akan terbiasa   dengan segala hal yang ada Aku tidak akan menyesal sama sekali Terimakasih karena telah berada disisiku,- 16.03.18,  Friday Hari yang cukup melelahkan, setelah berkutat dengan kalam-kalam Ilahi, dan setelah melalui proses yang cukup panjang, hanya satu yang bisa ku lakukan di penghujung perjuangan, setidaknya sudah melakukan usaha semaksimal mungkin, hasil akhir? Yah semoga juga diberi yang terbaik. Aku kira dipertengahan Maret hujan tak akan kembali mengguyur kota kami, memang hujan tak berkunjung di jam yang sama seperti biasa-sore hari, namun ternyata aku salah, bahkan beberapa malam di pecan ini, hujan kerap berkunjung dimalam hari, menemani sunyi dan gulitanya malam. Sudah, aku sudahi kisah lama yang telah berlalu, tak ingin jua ada niatan untuk memunculkannya kembali kepermukaan, aku tetap lah aku dengan segala hal yang menjadi kekuranganku. Kau tau? Aku mulai terbiasa dengan alur yang ada b...

Sourire

“ Jika dirimu sedang sendirian, dalam kesedihan yang tak tertahankan Aku ingin seperti orang bodoh yang selalu mengulurkan tangannya Aku tahu saling pengertian itu sulit, tetapi kau bisa berbagi dengan diriku Karena aku ada disampingmu, karena aku selalu ada disampingmu” 11.40 p.m. Udara dingin kian menyelinap diantara hening dan gulitanya malam. Sepertinya hujan malam ini memiliki kadar formalin yang cukup banyak hingga hujan masih setia mengguyur daerah tempat tinggal kami. Sudah hampir memasuki minggu kedua dibulan Maret, namun langit masih setia dengan musim yang tak kunjung berganti. Entahlah, mungkin ini pula salah satu efek globalisasi yang ada, selain menghilangnya batasan negara yang pasti, iklim pun kian tak pasti. Lepas dari efek globaliasi, hanya ingin kembali menyampaikan pesan ku untuk yang jauh disana, entah terdengar ataupun tersampaikan kepada orang nya tepat, yang jelas aku tetap akan menyampaikannya. Sudah kupilih jalur melalui gelombang interval atau...

7.406

Lembar ke-7.406, Paragraf pertama, Bersama tak hanya saat tertawa, tetapi juga memahami dikala menangis. Entah tengah dalam keadaan apa yang kudapati sekarang aku berada dalam keadaan yang penuh akan carut-marut tak menentu. Rasa lelah itu kerap datang, rasa jenuh juga kerap menghantui, bahkan rasa ingin menyerah dipertengahan jalan juga kerap membayangi, namun sekali lagi ku tepis dengan keadaan yang ada. Mungkin, sudah saatnya untuk menikmati apa yang ada bukan hanya angan-angan dan selalu menjadi bayangan ilusi dan maya yang hidup dalam halusinasi dan dunia fantasi. Mungkin, kali ini aku berhenti pada pemberhentian pertama, sejenak menenangkan diri, kembali ke suatu masa di kala aku tak terpenjara masa lalu dan tidak khawatir akan diri yang sedang rapuh dan rentan. Maukah kau meluangkan waktu walau sejenak kawan? Untuk mengingat saat ada seseorang yang memberimu kesempatan untuk melunakkan hatimu, taukah kau kawan? Memupuk benih pertemanan juga berarti mengelola harap...