Kawan

Mengenal dan menilai utuhnya sebuah pertemanan memang tak mengenal lamanya ruang dan waktu yang ada. Aku bersyukur memiliki mereka yang begitu berharga hadir diantara kisah hidup ini, mewarnai setiap lembaran kisah yang mungkin kita dikenal dengan, kenangan.
                Setelah, 6 tahun berlalu, setelah kesenangan itu berlalu, kami semua terpisah. Berjuang dijalan masing-masing, bertemu dengan kawan baru, dan kemungkinan besar bersahabat dengan personal baru pula. Namun, tak ada kata melupakan kawan lama, dan aku menghargainya. Walau, hampir sebagian besar malah last contact dan hanya dipertemukan satu tahun sekali dalam momentum kebersamaan bulan yang penuh berkah. Entah kenapa aku selalu merasa semua berbeda, mungkin setiap personal berubah dalam ukuran biologis dan psikis itu pasti karena semua mengalami perkembangan dan pertumbuhan, namun semua jelas terlihat berbeda. Hanya tersenyum, dan tak pernah memulai pembicaraan, mengobrol pun hanya sekedarnya, melihat tertawa lepas dan tersenyum itu langka, yang aku tau dia lebih sering mendengar dan berpikir tanpa banyak berkomunikasi dengan banyak personal. Kau hanya menemukannya berkomunikasi dengan beberapa orang yang memang begitu mengenal dirinya secara utuh, itu DIA yang penuh akan misteri dalam setiap kisahnya, namun aku tau dia selalu penuh perhatian kepada setiap temannya. Master. Aku memanggilnya sang-Master, selalu berprestasi dimanapun dan kapanpun, asik dengan dunianya, pintar bahkan tergolong cerdas, dan satu yang aku kagumi darinya, dia selalu tekun dalam belajar.

                Ada pula yang penuh akan kelucuan, sekarang tengah berkembang asik dengan forum diskusi dan aku jamin, berdiskusi dan sharing dengan orang ini tak akan habisnya Selalu hadir di setiap saat dapat diandalkan dan itu DIA dengan keunikannya. THE LIMITED. Karena, aku tau orang sepertinya terbatas dan jarang ditemukan, langka.
  Kisah ini hanyalah sepenggal kata untuk mereka nun-jauh disana.

Comments

Popular posts from this blog

Selaksa Nabastala

Anitya

Tahniah