Filosofi Tangan
Untuk kesekian kalinya kudapati ketenangan disetiap alunan kaki ini melangkah. Mungkin ini yang dimaksud fountain of wisdom bagi semua filosofi yang ada, mungkin di tempat ini ribuan ketenangan dapat ditemukan, berbagai kedamaian di dapati, disini, ditempat ini.
Kampus nan damai di tengah polemik yang ramai.
Kampus yang kokoh di tengah jiwa yang roboh.
Hari ini aku di berikan kesempatan yang mungkin tak akan ku dapati untuk kedua kalinya, setelah rentetan acara itu kami lewati tiba akhirnya, secercah pencerahan diberikan kepada kami.
Kau tau apa ini? seraya menunjuk tangan, serentak kami menjawab tangan.
Tau kan di dalam tangan terdapat banyak keragaman? kami mengangguk penuh kepastian.
Ada ibu jari yang penuh akan kehormatan dan penghormatan, ada jari yang telunjuk yang mungkin digunakan untuk memerintah, ada pula jari tengah yang merasa tinggi diantara yang lainnya, angkuh, arogan, dan sangat mungkin terjatuh suatu saat nanti, ada jari manis, yang memiliki penghargaan, sehingga ia selalu di hargai, hingga kelingking yang selalu menurut.
Begitu pula-lah hidup kita penuh akan dinamika, dan keberagaman, nggak mungkin kita dapat bersatu-padu seperti semboyan bhineka tunggal ika kalau kita tidak mencobanya.
Bisa di bayangkan kalo di jari kita semua hanya ibu jari? atau mungkin semua telunjuk?
Pasti tak akan lengkap kan, maka jaga keutuhan kita dalam keberagaman yang ada, begitu pula dalam garis tangan yang menggambarkan segala hal yang ada, ketika kita menggenggamnya semua tertutup, semua diraih, karena masa depan semua ini ada kita, kita lha penentu semua nya.
Jadi, jalani semua hal yang ada, karena kita harapan yang ada!
Maju terus pantang mundur
Catatan di suatu sore yang penuh akan ketenangan
Kampus nan damai di tengah polemik yang ramai.
Kampus yang kokoh di tengah jiwa yang roboh.
Hari ini aku di berikan kesempatan yang mungkin tak akan ku dapati untuk kedua kalinya, setelah rentetan acara itu kami lewati tiba akhirnya, secercah pencerahan diberikan kepada kami.
Kau tau apa ini? seraya menunjuk tangan, serentak kami menjawab tangan.
Tau kan di dalam tangan terdapat banyak keragaman? kami mengangguk penuh kepastian.
Ada ibu jari yang penuh akan kehormatan dan penghormatan, ada jari yang telunjuk yang mungkin digunakan untuk memerintah, ada pula jari tengah yang merasa tinggi diantara yang lainnya, angkuh, arogan, dan sangat mungkin terjatuh suatu saat nanti, ada jari manis, yang memiliki penghargaan, sehingga ia selalu di hargai, hingga kelingking yang selalu menurut.
Begitu pula-lah hidup kita penuh akan dinamika, dan keberagaman, nggak mungkin kita dapat bersatu-padu seperti semboyan bhineka tunggal ika kalau kita tidak mencobanya.
Bisa di bayangkan kalo di jari kita semua hanya ibu jari? atau mungkin semua telunjuk?
Pasti tak akan lengkap kan, maka jaga keutuhan kita dalam keberagaman yang ada, begitu pula dalam garis tangan yang menggambarkan segala hal yang ada, ketika kita menggenggamnya semua tertutup, semua diraih, karena masa depan semua ini ada kita, kita lha penentu semua nya.
Jadi, jalani semua hal yang ada, karena kita harapan yang ada!
Maju terus pantang mundur
Catatan di suatu sore yang penuh akan ketenangan
Comments
Post a Comment