Posts

Katalis Transformasi

Kata orang, di setiap umur atau angka 7 di hidupmu, ada perubahan besar yang terjadi di kehidupan pribadi mu. Entah perubahan positif, entah negatif, memberi pembelajaran, atau belajar hal baru. Setelah ia cermati dengan sistem cocokologi, ada beberapa perubahan besar terjadi di kehidupan nya di kelipatan angka 7, mungkin suatu kebetulan atau memang sudah suratan takdirnya. Sesekali ia membaca, mencermati apa yang ia hadapi saat ini, hingga tiba ia pada kesimpulan jika selama ini dirinya tengah menjalani program Katalis Transformasi. Ia tengah belajar, jika setiap pertemuan, perkenalan, bahkan obrolan ringan yang tidak sengaja terjadi di angkutan umum, ataupun ruang publik lainnya merupakan sebuah pembelajaran. Terkadang kita hadir dalam cerita, kehidupan, atau sekedar menjadi pemeran figuran dalam kehidupan seseorang untuk memberi pembelajaran, atau menerima pembelajaran. Ia tertegun, tanpa ia sadari banyak “warna” dan “pengalaman” yang ia pelajari dari orang-orang yang baru ia temui....

POV PESAN

 [Lekas membaik, dear. Love you] Aku bertransmisi, berputar, mengirim beberapa kata singkat, berharap tiba tepat waktu. *Ting Aku tiba, sesuai dengan tujuan yang ia tuju. Sesekali ia tatap kembali layar yang menampakkan ketikan tangannya, sudah sesuai gumamnya dengan gusar dan muka kusut ia matikan gawai nya, berharap esok ia temukan jawaban dari sang tuan. Aku sering melihat ekspresinya yang beragam setiap harinya, muka bahagia, tersenyum kecil, tertawa lepas, atau muka kusut hingga tetesan air mata berurai. Aku tak bisa menepuk punggungnya, atau mengucapkan kata penenang, karena aku hanya sebuah sarana komunikasi.  Aku juga berharap pesan nya malam itu, bisa di baca sang tuan, namun ternyata aku salah. Ia juga mungkin tak menyangka hal ini. Pada akhirnya, aku sudah berusaha maksimal, berjuang menyampaikan ketikan nya, bertransmisi di udara dengan signal, memutus jarak yang terbentang supaya mereka tetap terhubung. Kali ini, misi aku tak berhasil. Sang tuan tak pernah membaca...

Laron dan Temaram Cahaya Ibukota.

Image
  13 Januari 2024 Ibukota memang penuh janji, membangkitkan sejumlah harapan. Laksana lampu besar di hadapan laron-laron. Betapa menariknya temaram cahaya bagi para laron, menjajikan kehangatan, cahaya penghidupan, hingga mereka berlomba mencapai kehangatan lampu yang berpendar. Dalam perjalanan, maupun tiba, banyak laron mati dan berguguran. Namun, bukannya menyerah dan beralih, atau mengambil pembelajaran dari yang sudah-sudah. Justru, lebih banyak lagi laron baru yang ingin singgah dan menikmati temaram cahaya berpendar dari kota ini. Tapi, ini bukan sekedar tentang laron dan temaram cahaya lampu ibukota. ~Key A

Tahniah

Image
Hey my dear, Key. Banyak hal terjadi selama satu tahun ini, terimakasih untuk selalu berjuang dan berusaha sejauh ini. Banyak mimpi dan harapan yg kita kesampingkan terlebih dulu, tapi gak papa kali ini kita belajar merasakan dan mereflesikan beragam emosi. Jika dalam kuliah resolusi konflik kita belajar 5 tahapan dalam berduka, mungkin tahun ini kita baru berada di tahapan ketiga dan keempat. Hidup bukan sebuah perlombaan, dirimu yang sekarang tidak sedang berlomba dengan siapapun, jadi melangkahlah yang pasti sampai kau tiba di tujuan yang kau ingin. Di penghujung akhir tahun 2024, aku sangat bersyukur memiliki support system yang selalu menyokong dan menemani aku berproses. Baik keluarga, teman, sahabat.  2024 menuntut aku untuk lebih luas lagi hatinya, lebih luas lagi sabarnya, dan lebih luas lagi rasa syukurnya. Di setiap sebuah pertemuan pasti ada perpisahan, di tahun ini aku mengambil keputusan yang cukup signifikan untuk keberlangsungan masa depanku Tanpa mengurangi rasa ho...

Selaksa Nabastala

 Sabtu, 16 Maret 2024 Teruntuk anagata ku yang telah gata,- Rasanya waktu terlalu kejam untukku, dia bergulir begitu cepat tanpa mementingkan aku yang setengah tergopoh menyelaraskan ritme dan sisa lainnya masih terperangkap bahkan terhenti di bulan Mei 2023. Rasanya, baru kemarin aku masih menjadi alarm bising dalam setiap waktu sahur yang di lalui. Rasanya, baru kemarin kembali ke tanah kelahiran ku adalah hal yang paling ku nantikan untuk sekedar bersua bersama mu dan sanak-saudara.  Ah, kereta ini melaju terlalu cepat, sayang. Sementara kau sudah tiba pada stasiun akhir tujuan mu, aku di paksa melaju kembali bersama kereta ini sendiri. Memang kejamnya waktu tak dapat kita salahkan, ia akan tetap tega mengiris siapa pun tanpa pandang bulu. Jika kita tak memotong waktu, dalam arti memanfaatkannya dengan baik, maka waktu yang akan memotong kita. Time will heal every sorrow and painful you have,- Betul memang, seiring berjalannya waktu semua akan kembali baik-baik saja, tapi p...

Anitya

Kembali aku ke sudut kesendirian ku, Entah kepada siapa lagi, ku ceritakan baik-buruk hari ku, kau terlalu jauh untuk dapat menanggapi keluh ku. Setiap semburat merah itu tampak di peraduan, itu berarti satu senja telah ku lalui. Hebat ya, aku masih bertahan sejauh ini. Kembali aku pada pertanyaan yang terus menerus menghantui pikiran ku. Siapa yang duluan akan datang padaku? Masa ku kah yang duluan tiba, hingga habis waktu dan rizki yg ku punya? Atau aku di beri kesempatan untuk meluaskan lagi makna sabar dalam hidup ku. Mempelajari dan membaca kembali buku-buku dalam kehidupan yang fana, tanpa lupa bahwa semua ini hanya titipan. Tuan, pernah kah kau ingat kau pernah tuliskan sajak ini kepadaku? "Setiap kali dukamu datang, itu berarti ada bagian dari hatimu yang pergi, meninggalkan sebuah ruang. Megap-megap nafasmu. Padahal kau sedang di tempat yang terang" Betul Tuan, aku tau bagaimana kali ini rasanya sesak berebut udara antara alur keluar dan masuk. Betul Tuan, bukan seba...

Interwined

Halo tuan, selamat pagi! Ku sapa dirimu kini dari kejauhan, karena jarak kita bukan lagi masalah kilometer, kini terbatas pada perbedaan dimensi. Tenang, tetap ku kirimkan seluruh ucapan kerinduan dan salam ku setiap waktunya melalui gelombang yang berbeda. Harusnya hari ini menjadi tanggal yang memorable untuk kita ingat ya, 1.461 terbit tenggalam nya matahari sudah terlewati, suka-duka, tangis, canda-tawa, semua paket lengkap kehidupan ada di dalamnya. Namun, semesta punya kehendak lain untuk kita. Semua mimpi, rencana, dan lainnya harus berhenti di satu sisi. Waktu mu berhenti di hari 1.445 kita bersama. Matahari tak lagi menepati janji nya kepadamu, untuk menyambutmu tiap pagi, tak peduli cuaca mendung atau terik. Kau kembali kepada-Nya dini hari, sebelum matahari sempat menyapamu. Dan hidup tetap harus berjalankan? meski semuanya tak lagi sama, untuk aku yang setiap harinya harus kembali menguatkan diriku sendiri. Taukah tuan, banyak hal yang tak ku ahli, salah satunya menyambut m...

In the end of the time

Telah sampai aku di penghujung waktu, Di antara baris sadar dan pudar. Kenyataan itu membawa aku pada perputaran dunia nyata,  Bahwa tak ada hal yang benar benar beriringan secara stabil, bahwa tak selamanya lisan menorehkan kiasan-kiasan baik. Tak selamanya hal baik mendapat tanggapan positif, dan tentu setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Sebelum ini terlampau jauh, aku cukupkan perjalananku disini. Terimakasih 

The Silversky

Malam ini rinai kabut berjatuhan, sedikit demi sedikit membasahi bumi yang gersang. Selendang kabut mulai menutupi pepohonan dan memperkecil jarak pandangan mata.  Sekali lagi, di malam yang berbeda ku temukan punggung yang sama, di balut jaket coach krem dengan rambut yang berantakan tak tersisir rapi. Entah, kapan terakhir kali rambutnya yang bergelombang tercukur rapi, mungkin 2 bulan yang lalu. Jika di malam sebelumnya, ku temukan punggung itu tengah sibuk melakukan tugas kelompok di lantai 2 gedung asramanya. Malam ini ku temukan dirinya asik bersama sekelompok orang yang tengah mempersiapkan performance Senin nanti. Beberapakali terdengar suara  Coldplay-Yellow bergema dari audio gawai yang mereka pegang, dan beberapakali ia mencoba menyesuaikan kunci gitar nya, seraya mengobrol ringan bersama kawan nya. Latihan itu tak berlangsung lama, hanya menghabiskan waktu setengah jam dan tepat pukul 10 malam, mereka bertiga berjalan, beriringan sembari bersenda-gurau menuju ...

Kampus Olat Utuk

Image
Rasanya baru kemarin aku tiba di kampus ini, tiba tepat jam 10 malam setelah melewati serangkaian perjalanan panjang dari bandung ke pulau sumbawa. Dari barat nya pulau jawa menuju provinsi Nusa Tenggara Barat, yang belum pernah ku kunjungan sama sekali sebelumnya. Perjalanan ku dimulai di akhir Bulan Juni, dan di awal Iuli segala kegiatan di kampus ini di mulai. Terlalu banyak cerita suka selama setengah tahun ini. Namun, akan ku urai satu-satu agar jelas, kisah ini ku sampaikan kepada mu. Kau tau, tak mudah bagiku menjalani setengah tahun dengan jarak yg cukup jauh darimu. Tempat baru, otomatis aturan baru, orang baru dan lingkungan baru. But, it's okay, aku masih bisa survive dengan segenap hal yang aku miliki. Disini aku mendapat kesempatan untuk menshare ilmu ku seputar ke-HI-an dasar dikemas dalam kelas tata negara. Aku juga mendapat kesempatan menshare ilmu yang aku punya di beberapa mata pelajaran lain, and you know I enjoy it. Disini, aku bertemu dengan anak-anak yang bera...

Senja Biru

Senja Biru Key-A Kenapa Senja? Karena kita hidup dan terus tumbuh, seperti tumbuhan yang terus tumbuh dan menua Kenapa Biru? Karena biru, warna kesukaan ku J hmm bukan, bukan, bukan itu alasannya. Lalu? Karena warna langit biru are you sure? Hmm, bukan juga. Lebih tepatnya karena biru warna yang menenangkan, karena biru punya makna damai, dan aku ingin berdamai dengan senja-ku, waktu-ku, hari-ku, ataupun kamu . “ Aku benci tanpa kabar, aku benci khawatir, jangan lama-lama tak berkabar ” Sederet pesan terakhir yang kuterima di akhir pekan, setelah sekian banyak waktu di lalui bersama. Pada akhirnya kita sadar, komunikasi bukan lagi masalah yang rumit di era globalisasi. Jarak bukan lagi penghalang bagi setiap orang jika ingin terhubung. Namun mari kita maknai kembali apa makna hadir utuh? Selalu ada kah? Terus terhubung kah? Atau tanpa masalah dan selalu baik-baik saja? Atau apa? Coba berikan aku pandangan lain, boleh? Lalu, apa pada akhirnya aku hanya menjadi bayang ma...

Pamit

Masih terdengar jelas, suara penyanyi Solo Tulus, Pamit  ini menggaung memenuhi ruang. Sementara aku masih mengutuk diri ku sendiri,mengapa semua list ini begitu menyatu sempurna dengan keadaan yang tidak nyaman dan kondusif ini.?  Mengapa semua kebetulan ini begitu berkesinambungan? Mengapa aku ditarik kembali ke lorong yang ini sekali lagi? Mengapa dan kenapa? dan masih banyak kenapa-mengapa tak terjawab disana. Tak seharunya panel turn-shuffle ku nyalakan, setidaknya agar aku tak terlalu larut dan hanyut dengan keadaan yang cukup menyiksa waktu.  Namun, apalah daya bahkan aku tak punya cukup daya untuk kembali mengokohkan dasar ku. Detik itu tembok ku hancur perlahan disetiap sisinya. Aku kehilangan benteng pertahanan ku yang siaga. Masih di ruang yang sama, di ruang kedap udara, ketika semua huruf berebut keluar merangkai dirinya menjadi kata dan kalimat yang runtun, namun tak diberi kesempatan untuk bergabung keluar. Iya, hidup memang tak ...

Bias Ombak

Image
BIAS OMBAK Key-A ----------------------------------------------------------------------------- Ku sampaikan rindu yang kau titipkan padaku pada lautan, Ku sematkan dalam gemuruh nya yang riuh, Dan ku bawa serta bayang mu pada nyanyian ombak. Ini bukan kisah dalam deretan indonesia heritage, Bukan pula dongeng sang putri tidur dan pangeran berkuda, Ini hanya alunan nada tak beraturan dalam bait melodi yang penuh dengan emosi tak berdefinisi.

Paper Heart

Paper Heart "Pictures I'm living through for now,  Trying to remember all the good times,  Our life was cutting through so loud,  Memories are playing in my dull my mind,  I hate this part, paper heart, and I'll hold a piece of yours,  Don't think I would just forget about it, hoping that you won't forget" -Tori Kelly, Paper Heart Sudah saatnya diam sejenak, sesaat menoleh kebelakang untuk melihat sejauh mana kaki ini melangkah. Ternyata belum jauh, belum banyak jarang dan kisah yang menarik, bahkan bayangan nya pun masih terasa ada, walau telah terpisah di persimpang jalan. Entahlah, beberapa detik lalu, aku ditarik dalam ruangan hampa kedap suara, membiarkan aku bersama bias bayang setiap kata yang diucap dan terucap. Ah sudahlah, tidak sepatutnya aku pilih alur yang ini, dan tidak sepatutnya juga aku terbawa arus. Biarkan kisah ini berlanjut, dan mari kita berpindah ke alur yang lain, bukankah menoleh terlalu lama itu tidak baik? ...

Tak Sejalan

Tak Sejalan @Key-A “Missing, Overlapping, and Gloomy day, were perfect combination of WORST thing” Hey, apa kabar? Sepertinya cukup lama kita tak bersua di musim ini. Iya, musim yang paling kau gemari, dimana kau dapat menikmati kuncup-kuncup bunga pertama bermekaran, bermandikan siraman sinar mentari, menghirup udara pagi yang menyejukan jiwa. Tanpa perlu risau dengan rindu yang kerap menyiksa, menyesakan dada. Berebut ruang antara oksigen dan karbon dioksida. Aku ingin sedikit berbagi celotehan ku sepekan ini, pekan ini benar-benar pekan yang sangat WORST . Kau tau? Acara yang dari kemarin terombang-ambing kejelasannya, ternyata dua hari yang lalu, diputuskan keputusan akhirnya, jadi terlaksana .  Bisa kau bayangkan? Acara itu bukan acara kecil yang bisa dalam hitungan jari settle dalam segala hal, acara yang melibatkan satu angkatan, dengan 74 panitia, belum lagi timing yang menyesuaikan jadwal para pembesar, ah sudahlah PENAT! Aku dan yang lainnya masih berjuang m...

Reflection

"Look at me, You may think you see who I really am, But, you’ll never know me Every day, it’s as if I play a part. Now I see, If I wear a mask, I can fool the world But, I cannot fool my heart,-" -Christina A: Reflection Lantunan merdu suara Christina Aguilera masih terdengar jelas, menggaung penuh memenuhi gendang telinga. Lagu yang singkat namun memiliki makna yang cukup dalam ini, cukup menggambarkan WORST thing yang selama ini menjadi kendala bagi banyak orang.  Tentu saja tidak ada orang yang ingin terjebak dalam dunia kepalsuan. Dituntut menjadi orang lain, memaksa diri kita bersembunyi dibalik cermin yang menampakkan sisi lain kita. Sementara lingkungan memaksa kita untuk tetap bertahan melawan arus yang ada. Setidaknya, anda bisa melepaskan sedikit penat dan meluahkan segala hal yang terlanjur tertelan, dan semoga dengan mendengar dan menyanyikan lagu ini dapat menyalurkan sedikit emosi anda yang terpendam. Christina Aguilera, Reflectio...

Liebesraum

Liebesraum @Key-A Rembulan masih enggan menampakan sinarnya, dan sepertinya malam ini, kita masih harus cukup puas, bersembunyi dibalik kehangatan selimut masing-masing, bahkan sesekali merapatkan ritsleting jaket yang biasanya dibiarkan menggantung tak terkurung, rinai hujan masih setia bergulir lembut, menyapa kita dari balik bingkai jendela. Sementara disisi lain, Iringan musik klasik masih menggaung memenuhi ruang, dan kita sama-sama tau, kita mengagumi setiap nada yang tercipta disana. Banyak makna tersampaikan dari lantunan melodi yang tercipta, dan biarkan symphony Mozart No.31 in D major, menemani malam kita kali ini. Namun sungguh disayangkan, tak ada waktu yang abadi, bahkan tak akan kembali waktu yang telah bergulir. Sudah tiba saatnya aku kembali, dan sudah tiba saatnya kita berpisah. Setidaknya, obrolan singkat malam ini dapat sedikit mengobati kerinduanku akan kampung halaman. Dan demi detik-detik yang berlalu, membawa kita pada ruang hampa kedap suara d...

Vapor Trail

Vapor Trail @Key-A Ah, biar aku berkeluh-kesah malam ini disini. Sejenak saja, aku janji tak akan menyita waktu mu lama, tak akan membuat telingamu pekak dengan nada-nada tinggi yang kunaikan satu oktaf dari suara standar, aku hanya ingin meminta saran dari mu, itu saja, tak lebih. Berbagi kisah dengan mu ditengah pekat dan dinginnya malam, sepertinya seru. Terlebih hujan masih setia menggelayut diluar sana, membasahi setiap bingkai jendela dengan rinai rintik kecilnya, sementara dilain sisi kita menikmati semangkuk mie-panas, ditemani secangkir cokelat panas andalan- iya andalan ku bukan andalanmu, karena kita punya selera yang relatif sama, namun kali ini berbeda. Jujur aku mulai muak dengan semua ini, topeng yang ini, kepalsuan yang ini, semuanya. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jujur yang lebih baik itu diwaktu yang tepat dan ditempat yang tepat. Namun, hal apa yang akan kau lakukan ketika kau dihadapkan disebuah kondisi yang engkau sendiri enggan, namun harus kau la...

Angin Musim Semi

Image
Angin Musim Semi -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Mari kita rayakan musim semi bersama, Kita nikmati pesona pagi kali ini dengan kuncup bunga bermekaran serta hangatnya mentari pagi. Bukankah, menyambut musim semi merupakan hal yang paling kau nantikan? Maka, izinkan aku menemanimu, menyambut pagi pertama dimusim semi dan gugur. Biar, Biar angin musim dingin berlalu, dan jangan engkau risaukan kisah-kisah yang lalu. Karena kita sama-sama tahu, bahwa kita telah berdamai dengan masa lalu. Bersamamu sepanjang pagi, membawaku pada jendela dunia baru. Membumbui rasa yang acap kali tak berdamai dengan masa, Mungkin benar pesan diakhir musim dingin, kita tak akan pernah tau diruang mana kita bertemu. Maka, kusampaikan segenap harap pada angin musim semi, aku bahagia, berhasil menemukanmu, sepagian semi dan gugur.

Tabula Rasa

Tabula Rasa @Key-A Semalam aku diajak memutari dimensi lain, bertemu dengan ayahku di dunia parallel. Di dunia itu, kami bertiga menunggu kedatangan seseorang yang dinantikan pulang dari luar kota, suasananya persis ketika kami bertiga menunggu ayah pulang dari luar kota. Dan kau tau hal apa yang kulakukan ketika melihat seseorang yang kami nantikan berdiri di ambang pintu? Aku segera berlari menghampiri, seakan semua itu benar-benar terasa nyata, seakan aku kembali diajak ke masa dimana aku, dan yang lainnya dapat berkumpul lengkap- full team empat orang. Ayah tersenyum lebar, merangkulku persis sama tak ada yang berubah dari pelukan hangatnya, menyambut kembali gadis kecilnya yang telah lama berkelana pergi. Untuk sejenak saja, kurasakan waktuku berhenti, ayah mendekapku erat, seraya mendengar keluh-kesah yang kusampaikan kepadanya. Terhitung tepat setengah tahun sejak kepergiannya dan baru detik itu kurasakan kehadirannya begitu nyata, sedekat itu hadir, walau hanya dalam duni...