Posts

Sorai

Duniamu itu luas, masih banyak yang akan kau temukan diluar sana ratusan sungai, laut dan puluhan samudera. Pilihlah salah satu sungai yang menjadikan dirimu muaranya, pun sebaliknya. Bukankah kau sendiri yang beranggapan kita layaknya sepasang samudera yang masing-masing mencari muara? Kau berjanji temukan cara buat samudera-ku dan samudera-mu bertemu, layaknya terusan Suez yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Mati. Namun, apa yang kau ucapkan sekarang?  Arus-ku dan arus-mu tak akan pernah bertemu, bahkan alur-ku dan alur-mu bersua saja tidak. Selamanya angin dan ombak tak akan pernah berpihak pada kita,- Biar kau temukan Mesir dan Nil- mu, sementara aku mencari Seine -ku kita tak akan pernah tau, masing-masing dari kita memiliki muara yang berbeda.  Dan biarkan, laut Mediterania di selatan menjadi batas pasti yang membuat kita merasa aman.

Titip Rindu Buat Ayah

Key-A “Bila masih mungkin, kita menorehkan batin. Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas, mumpung masih ada, kesempatan buat kita, mengumpulkan bekal perjalanan abadi… (Ooo..Dududu..) Kita pasti ingat, tragedi yang memilukan, kenapa harus mereka yang terpilih menghadap, tentu ada hikmah yang harus kita petik, atas nama jiwa mari heningkan cipta”-Masih ada waktu Alunan lagu Ebiet G Ade melantun lemah di ujung sana, membawa serta diriku kepada bayangan rumah, ayah dan ribuan kenangan bersamanya. Bahkan hingga bulan kelima sejak kepergiannya kembali kepada sang pencipta, aku masih seperti di antarkan pada bayangan realita yang seakan tak nyata. Berharap mendengar kembali suaranya, sapaannya yang selalu lucu, walau ku tau ayahku bukan orang yang humoris, karena humornya hanya dapat dipahami oleh kami-keluarga kecilnya. Biar aku sampaikan rinduku sejenak dalam tulisan ini, karena ku tau gelombang transimisi, berpilin di udara tak akan bisa menyampaikan salamku kepadanya, hanya doa yang...

Cermin

“Kita seperti bercermin, terlihat nyata. Tapi, tidak benar-benar ada.” Jikalau Mesir hidup karena Nilnya, akankah kita menemukan muara yang sama? Akankah kau menjadi Nil yang menghidupkan Mesir-ku? Atau menjadi Nil yang memilih bermuara pada laut lepas? Jikalau jodoh itu seperti cermin, akankah kau menjadi cermin ku?  Menghasilkan bayangan sempurna, bersifat tegak, memantulkan bayangan maya dan terbalik dan membuat setiap jarak terlihat sama. Wahai, taukah engkau yang memilih menjadi bayanganku kelak, tak pernah terbesit sekali pun bagiku, untukmu menetap hanya sebagai cermin, memantulkan apa yang ada tanpa pernah tau apa yang tersembunyi di balik kabut dan diam. Semoga, kau tak hanya berdiam disana. Memantulkan setiap bayangan yang terus berdiri didepanmu, kau tau? Aku tak ingin beranjak pergi dari sini, namun perhentian ini mulai membuat ku merasa lelah dan kehabisan akal.

21

Sudah lama tak bersapa dengan aksara yang sengaja ku torehkan disini, untuk apa ku tuliskan? Entahlah, tak ada alasan yang spesifik saya hanya senang mereview sejauh mana saya sudah berjalan? sejauh mana saya sudah bisa menerima keadaan, berdamai dengan masa lalu, mengatur harap dan ingin, merajut asa bersama masa depan. Hari ini, tepat 21 tahun yang lalu saya dilahirkan dimuka bumi ini, melihat dunia, menyapa keluarga dengan tangis dan mereka menyambut dengan haru. Ternyata waktu bergulir dengan cepat yah, saya yang sejauh ini masih belum merasakan kepuasan atas pencapaian yang didapat. Namun, bukan hidup namanya jika hanya berjalan lurus dan mulus, beberapa kali saya terjatuh dalam lubang, dan akan selalu saya usahakan untuk bisa bangkit dan menatap lurus kedepan. Tahun ini, rasanya baru kemarin menyapa Januari, melewati Februari, berduka di Agustus, dan tersadar di bulan sebelum penghujung 2018. Saya punya segudang cerita dan karakter di lembar sepanjang tahun ini, banyak kata ya...

Surat Untukmu

Image
Surat Untukmu “Pulang kepelukanmu, tentramnya telinga yang mendengar  tanpa menghakimi. Secangkir kopi hangat, yang kita hirup berdua. Gurauan dalam petuahmu, Ibu-ibu-ibu aku rindu, Hanya kau tempat dimana aku menjadi diriku sendiri.” Bahkan setelah 21 tahun berlalu senyum itu masih sama, doa itu masih teruntai untuk kami yang kini terpisah oleh jarak dan ruang dari mu jiwa yang kukasihi, ibu. Kuucapkan selamat hari jadi yang ke-46, tak terasa waktu bergulir dengan cepat, aku hadir dalam kehidupanmu 21 tahun yang lalu, tepat ketika engkau berusia 25 tahun. Tak ada kata yang dapat kuungkapkan lebih selain rasa syukur dan terimakasihku yang teramat sangat untukmu, malaikat yang dikirim kepada kami. Terlampau sering diri ini berbuat khilaf, bahkan tak sekali-duakali kekesalan dan  kenakalan ku membuat emosimu memuncak, namun dengan  segenap kesabaran dan keikhlasan yang kau pegang teguh, tak pernah sama sekali ku dengar amarah dan kata-kata kasar keluar dari ucapmu....

Bunga Tidur

Bunga Tidur 01.45 a.m Aku tersadar dari mimpi indahku semalam. Terlalu dini hari untuk meyakinkan diriku sendiri kalo semua ini hanyalah mimpi,- Mimpi itu seakan begitu nyata, tidak hanya membawa bayangmu mendekat padaku bahkan disana, dirimu terasa begitu dekat dan nyata. Kita berbincang, saling berhadapan satu sama lain. Bahkan, suara mu masih terdengar jelas hingga pagi ini, suaramu yang jelas, jernih memanggil namaku dari kejauhan, menggaung penuh memenuhi ruang. Bahkan hanya dengan suaramu aku berharap hidup nyata didalamnya, berharap semua itu bukan bayangan maya dan bersifat semu. Namuun, pagi ini aku tersadar, terlalu naïf rasanya berharap semua itu menjadi nyata dalam realita kehidupan. Ketahuilah, aku hanya ingin menikmati waktu luang bersamamu, mendengar kau berkeluh-kesah ditengah padatnya aktifitasmu, berbincang bersamamu tanpa perlu mengandalakan gelombang transmisi. Bercerita tanpa perlu takut, kau menghilang diujung sana, dan entah disisi mana kau ber...

Bumerang

"Ada kalanya perkataan mu kembali menjadi bumerang bagi dirimu sendiri, entah itu kapan, yang jelas tunggu saja kapan waktu dan tanggal mainnya berlaku". Terhitung keempat kali pembahasan ini selalu berujung dengan perbincangan panjang, dan mengemukakan argumen dan fakta. Ini terhitung kedua kalinya nasehat itu disampaikan dan ditujukan kepadaku oleh orang yang sama, dan selalu menancap tepat pada sasaran, Inilah tantangan hidup diera milenial dimana batas-batas pasti mulai kabur digerus oleh zaman. Bukannya aku berpihak pada egoku untuk mengejar apa yang kuimpikan dan meraih apa yang kucita-citakan sejaklama, namun bagian masa depan mengajarakanku untuk mengesampingkan apa yang menjadi ambisi dan anganku dan melihat apa yang terjadi pada realita. Mungkin benar, hingga kini aku masih belum bisa mengindahkan nasehat empat orang yang mungkin dibalik pikiran panjangnya sudah memikirkan alur masa depan yang tepat. Terimakasih atas wujud kepeduliannya walau harus berurusan ...

7 minutes 24 seconds I

Key Prov. Entah apa yang harus kulakukan kabar selepas ashar tadi cukup membuat duniaku terhenti, seakan berharap waktu berhenti bergulir walau untuk sejenak saja. Detik itu yang kuinginkan hanya segera tiba disana, bertemu sanak-keluarga yang telah menanti kedatangan ku hari itu. Aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap tegar, dan tidak menitikan airmata di ujung pintu keberangkatan, setelah ini selepas melewati petugas dan menunjukkan tiket keberangkatan ku, perjalanan akan ku tempuh sendiri. Setelah memberi peluk-hangat kepada dua orang temanku yang dengan sukarela menemani perjalananku sampai kebandara Juanda, akhirnya aku harus melanjutkan penerbangan malam ini sendirian. Sebisa mungkin ku hilangkan fikiran negative yang terus datang menghantui, sebisa mungkin mengontrol emosi yang kian hilang kendali, sebisa mungkin tersenyum, walau diujung sana terbayang kesedihan tengah menyelimuti keluarga besar kami. Pemeriksaan barang berjalan lancar, dan aku masih berdiri ditengah antrian ...

Duka di bulan Agustus

Bulan Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi bangsa ini, bagaimana tidak, di bulan ini bumi pertiwi meraih kemerdekaannya setelah 3,5 abad melawan penjajahan ditambah 3,5 tahun melawan kolonialisme lainnya. Namun, ada yang berbeda di Agustus tahun ini, setelah bumi pertiwi dirundung pilu dengan gempa menggetarkan daratan bumi lombok, serta beberapa kabar suka juga berlangsung di tanah air dengan resmi diberlangsungannya asian games Jakarta-Palembang 2018. Namun, duka tak hanya meliputi bumi Lombok, kita pun tak pernah tau kapan duka singgah di kehidupan kita dan hadir untuk membawa kita sadar bahwa hidup didunia hanyalah sebuah kefanaan. Aku hanya ingin berbagi kisah yang terselip di gelombang kesembilan entah di lembar 7k berapa, tepat setelah ikrar kemerdekaannya yang ke 73 kabar duka menyelimuti keluarga saudara kami, dengan berpulangnya kepada Yang Maha Kuasa tante tercinta bersama malaikat kecilnya, sepulang dari sana, aku kira kesedihan berakhir disana, memberi jeda kepada k...

Refrain

Entah aku yang mulai kehilangan rambu-rambu dan melanggar aturan yang ada atau aku mulai kehilangan batas-batas dinding dan jurang tak tampak yang ku buat sendiri. Aku merasakan kehilangan yang cukup dalam setelah hening diam tanpa warta tanpa cerita harusnya aku sadar, aku telah memulai cerita yang tak akan dengan mudah dapat kuakhiri. Memang benar adanya, hidup terus bergerak di luar rencana, bahkan begitu tiba-tiba menghadirkan seseorang yang entah darimana. Aku hanya menimbun harapan semu berharap jika semua ini bukan awal dari kesialan lainnya, semoga. Aku sadar semua ini hanyalah rasa senang yang akan hilang seperti kejepan mata, dan semoga kita semua berlalu dengan cepat dari persinggahan ini. Bawa aku kembali ke dunia nyata, seret aku kembali ke kerasnya kehidupan dan realita, aku tak ingin berada disini dipenuhi mimpi dan bayangan semu, biar kita mencari arah, menuju titik yang kita tuju. Aku tak ingin menghambat apapun itu, dan biar semua ini seperti ini. D...