Posts

7.416

Ayo kamu harus semangat! Cepat atau lambat aku akan terbiasa   dengan segala hal yang ada Aku tidak akan menyesal sama sekali Terimakasih karena telah berada disisiku,- 16.03.18,  Friday Hari yang cukup melelahkan, setelah berkutat dengan kalam-kalam Ilahi, dan setelah melalui proses yang cukup panjang, hanya satu yang bisa ku lakukan di penghujung perjuangan, setidaknya sudah melakukan usaha semaksimal mungkin, hasil akhir? Yah semoga juga diberi yang terbaik. Aku kira dipertengahan Maret hujan tak akan kembali mengguyur kota kami, memang hujan tak berkunjung di jam yang sama seperti biasa-sore hari, namun ternyata aku salah, bahkan beberapa malam di pecan ini, hujan kerap berkunjung dimalam hari, menemani sunyi dan gulitanya malam. Sudah, aku sudahi kisah lama yang telah berlalu, tak ingin jua ada niatan untuk memunculkannya kembali kepermukaan, aku tetap lah aku dengan segala hal yang menjadi kekuranganku. Kau tau? Aku mulai terbiasa dengan alur yang ada b...

Sourire

“ Jika dirimu sedang sendirian, dalam kesedihan yang tak tertahankan Aku ingin seperti orang bodoh yang selalu mengulurkan tangannya Aku tahu saling pengertian itu sulit, tetapi kau bisa berbagi dengan diriku Karena aku ada disampingmu, karena aku selalu ada disampingmu” 11.40 p.m. Udara dingin kian menyelinap diantara hening dan gulitanya malam. Sepertinya hujan malam ini memiliki kadar formalin yang cukup banyak hingga hujan masih setia mengguyur daerah tempat tinggal kami. Sudah hampir memasuki minggu kedua dibulan Maret, namun langit masih setia dengan musim yang tak kunjung berganti. Entahlah, mungkin ini pula salah satu efek globalisasi yang ada, selain menghilangnya batasan negara yang pasti, iklim pun kian tak pasti. Lepas dari efek globaliasi, hanya ingin kembali menyampaikan pesan ku untuk yang jauh disana, entah terdengar ataupun tersampaikan kepada orang nya tepat, yang jelas aku tetap akan menyampaikannya. Sudah kupilih jalur melalui gelombang interval atau...

7.406

Lembar ke-7.406, Paragraf pertama, Bersama tak hanya saat tertawa, tetapi juga memahami dikala menangis. Entah tengah dalam keadaan apa yang kudapati sekarang aku berada dalam keadaan yang penuh akan carut-marut tak menentu. Rasa lelah itu kerap datang, rasa jenuh juga kerap menghantui, bahkan rasa ingin menyerah dipertengahan jalan juga kerap membayangi, namun sekali lagi ku tepis dengan keadaan yang ada. Mungkin, sudah saatnya untuk menikmati apa yang ada bukan hanya angan-angan dan selalu menjadi bayangan ilusi dan maya yang hidup dalam halusinasi dan dunia fantasi. Mungkin, kali ini aku berhenti pada pemberhentian pertama, sejenak menenangkan diri, kembali ke suatu masa di kala aku tak terpenjara masa lalu dan tidak khawatir akan diri yang sedang rapuh dan rentan. Maukah kau meluangkan waktu walau sejenak kawan? Untuk mengingat saat ada seseorang yang memberimu kesempatan untuk melunakkan hatimu, taukah kau kawan? Memupuk benih pertemanan juga berarti mengelola harap...

Pupus

Sambaran petir yang samar. Mendungnya langit. Akankah turun hujan? Inginkah kau disini bersamaku? 1.00a.m Jam menunjukkan pukul 1 tepat, sudah melampaui waktu lewat tengah malam, dan diri ini masih disibukkan dengan rentetan tugas yang menanti, memeriksa beberapa lembar jawaban post-test yang menjadi tanggung jawab bersama. Bukan, bukannya menghitung-hitung amal pekerjaan, cuma tugas ini sudah menjadi tanggung jawab panitia bersama. Suara petir masih bersahut-sahutan, mengelegar diluar sana, entah kenapa cuaca hari ini begitu terasa amat panas, namun hujan tak kunjung turun, bahkan dijam yang menandakan pergantian hari, hujan tak kunjung datang menyapa. Mungkin, ini kesekian kalinya aku melihat guratan kecewa yang teramat dalam ditutupi dengan senyuman, canda-tawa. Hari ini mungkin hari yang terberat untuk kesekian kalinya luka itu kembali di goreskan, setiap aku ingin mencegah luka itu digoreskan, sisi lain angkat bicara. Jangan, jangan kau hentikan kebahagian yang ia ci...

Pesan singkat di awal Maret

“Ikuti saja apa maunya rasa. Terkadang, ia lebih memilih menjadi rahasia” Meski kelihatannya tidak ada apa-apa, tapi siapa yang tahu isi hati manusia, selain manusia itu sendiri? Mungkin saja suatu hari nanti perpisahan itu datang Musim saja datang dan berputar silih berganti Walaupun sedikit ragu aku akan berjalan Berjalan bersama denganmu hanya itu yang tidak akan pernah berubah. Telah sampai kita di penghujung bulan februari, berlalunya februari berlalu pula musim dingin tak berkesudahan dengan dinginnya yang amat menusuk hingga ke tulang rusuk. Tak apa, musim berganti, mari kita sambut bersama musim semi dengan sinar indah mentari menanti di kejauhan, aku senang dapat melihat pancaran sinar kebahagian diwajahmu yang telah lama hilang dan sirna. Jangan, jangan kau ubah pancaran rona bahagia itu kembali ke masa kelam, aku butuh waktu yang lama agar semua menjadi terbiasa. Satu pesan ku di awal Maret, maukah kau tetap menjadi navigator didepan sana? Aku mohon j...